Senin, 16 Mei 2011

Masalah kemiskinan sudah sering kita dengar di berbagai wilayah, terutama di daerah-daerah yang merupakan pelosok atau tempat yang sulit di jangkau oleh orang banyak. Dengan adanya kemiskinan di sebuah Negara merupakan salah satu penghambat perkembangan ekonomi di Negara itu sendiri. Bisa kita lihat banyak sekali gepeng (gelandangan dan pengemis) di daerah ibu kota. Kemiskinan itu sendiri disebabkan oleh sedikitnya lapangan pekerjaan sehingga terjadinya pengangguran yang mengakibatkan banyaknya orang malas bekerja dan penghasilan pun tidak didapat. Factor penyebab kemiskinan juga pada pola pikir masyarakat dulu yang menyatakan bahwa banyak anak banyak rejeki, padahal dengan anak banyak belum tentu dapat menjadikan seseorang bertambah penghasilan dan semestinya dengan banyaknya anak akan menambah kebutuhan sehari-hari. Dan dengan kebutuhan yang sangat banyak dibanding penghasilan minim menjadikan anak-anak putus sekolah dan berdampak pada masa depan si anak. Adapun penyebab kemiskinan lainnya adalah tingkat pendidikan yang rendah. Dengan adanya penyebab kemiskinan diatas dapat menjadikan perkembangan di suatu Negara sulit maju. Adapun usaha untuk memberantas kemiskinan itu sendiri dapat berawal dari di daerah yang terpencil, misalnya di daerah terpencil yang susah dijangkau anak-anak bangsa harusnya mendapatkan pembelajaran yang layak dan sesuai dengan keadaan perkembangan jaman sekarang, memperbanyak lapangan pekerjaan agar pengangguran dapat pekerjaan yang layak, mengikuti program keluarga berencana (KB) agar setiap keluarga mempunyai stabilitas keuangan sesuai pengeluaran dan pendapatan yang didapat. Dengan adanya kemiskinan ini seharusnya pemerintah harus lebihmemperhatikan rakyat kecil. Dan sebagai masyarakat harus lebih bnyak berusaha, bersabar, dan berdoa karena tidak ada usaha yang sia-sia dan di setiap masalah pasti ada penyelesaian.

Minggu, 15 Mei 2011


Masalah Pengangguran sudah sangat sering terjadi dalam sebuah Negara. Contohnya, banyak sekali anak muda yang hanya berdiam diri dirumah saja dengan usia yang seharusnya sudah layak bekerja, bahkan di jalan raya pun dapat kita temui pengamen, atau pun pengemis yang masih sangat muda yang seharusnya mereka dapat bekerja layak dibanding harus dengan berpanas-panasan berjalan menelusuri jalan-jalan raya, selain itu banyaknya orang yang depresi bertambah setiap tahun ke tahun, yang lebih mengejutkan lagi adalah ada orang lebih memilih mengakhiri hidupnya karena kondisi keuangan mereka yang sangat tidak baik. Pengangguran juga merupakan permasalahan yang ada di Negara kita ini, adapun dampak dari adanya pengangguran dalam suatu Negara adalah timbulnya masalah baru dalam perekonomian di Negara tersebut. Dapat kita lihat di Negara kita ini, dengan adanya  masalah pengangguran dapat menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan kesejahteraan masyarakat dalam suatu Negara menurun. Dari satu masalah pengangguran dapat membawa kepada masalah-masalah makro lainnya. masalah pengangguran ini seharusnya dapat menjadi acuan kepada masyarakat kita untuk dapat belajar menjadi masyarakat  yang inovatif, kreatif, dan mandiri. Masyarakat yang Inovatif adalah masyarakat yang mampu membuat inovasi-inovasi terbaru dalam meningkatkan pekerjaannya, dengan berinovasi dapat menjadikan suatu perusahaan maju dan berkembang dengan pesatnya sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan seseorang yang mempunyai inovasi-inovasi lebih mudah. Selain itu adalah Kreatif yaitu kemampuan seseorang dalam usaha mempertahankan keadaan dari ancaman yang dapat membahayakan kedudukannya. Dengan masyarakat yang memiliki kreatifitas tinggi maka dapat menjadikan masyarakat itu berbeda sendiri satu dengan yang lainnya sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak dibanding dengan orang yang mempunyai kemampuan yang biasa-biasa saja. Dan dengan adanya masyarakat Mandiri menjadikan seseorang belajar membuat atau membangun usaha sendiri dengan tidak mengandalkan orang lain dan memanfaatkan keadaan sebagai peluang usaha yang ada bahkan dapat menjadikan peluang kerja bagi orang lain yang belum kerja, hal ini adalah salah satu cara yang efektif dalam mengurangi pengangguran yang ada. Bahkan seharusnya setiap masyarakat di didik untuk dapat berwirausaha sendiri dibanding mengandalkan lapangan pekerjaan yang ada. Seharusnya generasi sekarang ini harus sudah diajarkan bagaimana menjadi entrepreneurship sehingga dapat membuka lebih banyak lagi peluang kerja dan dapat mengurangi pengangguran setiap tahunnya. Jika dalam suatu Negara setiap masyarakat memiliki kepribadian tersebut maka kemungkinan kesejahteraan masyarakat akan meningkat naik dan perkembangan ekonomi dalam Negara tersebut akan stabil.

Rabu, 11 Mei 2011


INFLASI
inflasi adalah suatu  proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Kondisi ini dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah ini juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
"Kenaikan yang berterusan" bermaksud bahwa inflasi hanya berlaku pada ketika paras harga umum meningkat secara berterusan dalam satu-satu tempo tertentu saja. Sesuatu kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga akibat musim kemarau atau kenaikan harga kerana meningkatnya kadar cukai jalan tidak dianggap sebagai inflasi kerana kenaikan harga sebegini hanya berlaku sekali saja”
Berdasarkan penyebabnya, maka inflasi dibagi menjadi dua:
  • Demand inflation, timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai macam barang terlalu kuat. Misalnya, karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang, atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor, atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit yang murah.
  • Cost inflation, timbul karena kenaikan biaya produksi atau berkurangnya penawaran agregatif. Bisa jadi karena kenaikan harga sarana produksi yang didatangkan dari luar negeri, atau karena kenaikan bahan bakar minyak).
Sedangkan berdasarkan asal dari inflasi, maka bisa digolongkan menjadi :
  • Domestic inflation, berasal dari dalam negeri. Misalnya karena defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru, panenan gagal dsb.
  • Imported inflation, berasal dari luar negeri, timbul karena kenaikan harga-harga di luar negeri atau di negara-negara langganan berdagang kita. Penularan inflasi dari luar negeri ke dalam negeri bisa pula melalui kenaikan harga barang-barang ekspor dan saluran-salurannya hanya sedikit berbeda dengan penularan lewat kenaikan harga barang-barang impor.

Pengangguran, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa pada saat terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat tahun 1929, terjadi inflasi yang tinggi dan diikuti dengan pengangguran yang tinggi pula. Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.
Gambar 1.





Kurva Phillips

Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
Hubungan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran
Mengacu pada kurva Phillips, dapat digambarkan bagaimana hubungan tingkat inflasi dan tingkat pengangguran di Indonesia. Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada, A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agregat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang.
Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran.

·         Sumber : http://Anneahira.com/inflasi



PERAN SEKTOR LUAR NEGERI PADA PEREKONOMIAN INDONESIA
Beberapa alasan mengapa suatu Negara memerlukan Negara lain dalam kehidupan ekonominya:
1.Tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh komoditi yang dihasilkan dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus dilakukan impor dari Negara yang memproduksinya.sebagai contoh: meskipun Negara Jepang unggul akan teknologinya tetapi untuk mendapatkan bahan baku pembuatannya tentunya harus membeli dari Negara lain misalnya indonesa sebagai penambang biji nikel di asia.
2.Karena terbatasnya konsumen, misalnya untuk mengembangkan pemasaran dalam suatu produksi perlu adanya pemasaran ke luar negeri dan tidak hanya didalam negeri saja sebagai tujuan perluasan pasar.
3.Sebagai sarana untuk melakukan proses alih teknologi. Misalnya dengan adanya pembelian produk hasil luar negeri suatu Negara dapat mempelajari bagaimana produk tersebut dibuat an dipasarkan sehingga dalam jangka panjang suatu Negara dapat mencontoh bagaimana Negara tersebut dapat melakukan produksinya untuk barang yang sama jenisnya.
4.Perdagangan antar Negara sebagai salah satu cara membina persahabatan dan kepentingan-kepentingan politk lainnya. Misalnya dalam suatu Negara menjalin kerjasama baik melalui pendidikan, politik, kesenian ataupun perekonomian dengan Negara lain dengan adanya keuntungan yang didapat oleh masing-masing Negara yang menjalin kerjasama. Contohnya yaitu dengan adanya ASEAN, UNESCO, WHO, dan lainnya.
5.Secara ekonomis dan matematis dengan adanya perdagangan antar Negara dapat membawa keuntungan maupun kerugian kepada Negara masing-masing. Keuntungan yang didapat misalnya: bertambahnya komoditi yang tersedia didalam negeri masing-masing.
Adapun hambatan-hambatan dalam proses perdangangan antar Negara adalah:
a.Hambatan Tarif adalah suatu nilai tertentu yang dibebankan kepada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan dimasuki suau Negara sebagai komoditi import. Tarif ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing-masing komoditi impor. Tarif ada dua macam yaitu: Tarif Ad-volarem adalah tariff yang besar kecilnya ditetapkan berdasarkan presentase tertentu dari nilai komoditi yang diimpor, misalnya pada tariff komoditi baju impor adalah 50%  jika ada produk baju impor masuk seharga 100.000 maka tarifnya adalah sebesar 50.000 sehingga harga baju tersebut sekarang menjadi 150.000.
Sedangkan Tarif Spesifik adalah tariff yang besar kecilnya ditetapkan pada nilai tetap untuk setiap jumlah komoditi impor tertentu, misalnya harga komoditi impor adalah 100.000, pada setiap komoditi import dikenakan tariff seharga jumlah berat komoditi tersebut, jika di tetapkan setiap komoditi seberat 1 ton dikenakan tariff 50.000 akibatnya harga komoditi tersebut sekarang menjadi 150.000. jika dibandingkan dengan jenis tarif yang pertama maka terdapat perbedaan yang menyolok yakni besarnya tariff yang pertama akan sama meskipun nilai komoditi yang diimpor tidak sama, karena 1 ton komoditi impor bisa saja nilainya 500.000 jika digunakan tariff ad-volarem akan dikenai tariff sebesar 250.000 (lebih besar dari tariff spesifiknya yang hanya 50.000) .
b.Hambatan Quota adalah batasan masukkan komoditi impor ke Negara lain yang ditentukan pemerintah pada batas maksimal suatu komoditi impor yang boleh masuk ke Negara tersebut.
c.Hambatan Dumping adalah dimana suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah di luar negeri dibandingkan harga di dalam negeri untuk produk yang sama.
d.Hambatan Embargo (Sanksi Ekonomi) adalah suatu Negara yang karena tindakannya dianggap melanggar hak asasi manusia, melanggar wilayah kekuasaan suatu Negara, maka akan dikenakan sanksi ekonomi oleh Negara lain (PBB).