Minggu, 23 Maret 2014

Tugas 1 Akuntansi Internasional

PT. Trikomsel Oke Tbk. (TRIO)


PT. Trikomsel Oke Tbk. Didirikan di Jakarta pada tahun 1996, dan telah dikenal di industri telekomunikasi Indonesia sebagai penyedia berbagai pilihan produk dan layanan komunikasi seluler melalui gerai ”OkeShop“ dan juga para dealernya. PT. Trikomsel Oke Tbk. merupakan distributor produk telepon seluler dengan merek internasional seperti Nokia, Sony Ericsson, Blackberry dan iPhone serta produk operator-operator ternama di Indonesia. Dalam rangka melengkapi kegiatan usahanya, PT. Trikomsel Oke Tbk. juga menjual mobile content dari pihak ketiga yang meliputi nada dering, game, wallpaper dan aplikasi lainnya sejak tahun 2007.
Dalam rangka memperluas jaringan distribusi, kenyamanan pelanggan dan jangkauan pasar yang lebih luas, PT. Trikomsel Oke Tbk. meluncurkan layanan penjualan telepon seluler secara on-line dengan menggunakan kartu kredit dimana hal ini menjadikan situs tersebut sebagai toko on-line pertama di Indonesia dalam hal penjualan alat telekomunikasi.
Per 31 Maret 2009 jaringan gerai ritel OkeShop mencapai 813 gerai tersebar di 145 kota di Indonesia serta memiliki jaringan kerja (network) dengan lebih dari 11.200 dealer aktif/ independent retailer di seluruh Indonesia dengan pusat distribusi sebanyak 108. Selang beberapa tahun terakhir, PT. Trikomsel Oke Tbk. telah mendapatkan berbagai penghargaan atas kinerjanya, baik dari Principal telepon seluler maupun Operators. Di penghujung tahun 2008, Perseroan berhasil mendapatkan penghargaan “Super Brand Awards” dari Super Brand Council Indonesia dan 2008 Marketing Award untuk kategori “The Best Market Driving Company” dari Majalah Marketing.
Dengan mengamati Laporan Keuangan, investor atau calon investor dapat menganalisa kinerja emiten. Per 31 Desember 2012, Laba bersih/ saham dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun berjalan, rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 berjumlah 4.598.428.198 dan 4.450.000.000 saham. Dengan Net Profit Margin (NPM) sebesar 4,0%. Laba bersih IDR381.851 miliar dengan pendapatan bersih sebesar 9.587,861.86 miliar. Ekuitas IDR1.841,87 miliar.
Ruddy Wangsawidjaja, Director Origination & Client Coverage SCB mengatakan bahwa kinerja keuangan Perseroan yang solid serta aspek transparansi yang dimiliki Perseroan sesuai dengan status barunya sebagai Perusahaan Terbuka membuat kepercayaan SCB terhadap PT. Trikomsel Oke Tbk. semakin meningkat.

PT. Trikomsel Oke Tbk. mengunakan prinsip akuntansi Full Disclosure Principle, dimana perusahaan menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Perusahaan dan Entitas Anak telah menetapkan revisi Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang berlaku efektif pada tahun 2012. Seperti yang telah diungkapkan atas laporan laporan konsolidasian pada tanggal 13 Juli 2012. Perusahaan mengakuisisi PT. Global Teleshop Tbk sebesar 72% yang dimiliki oleh PT Trilinium, entitas sepengendali. Perusahaan mencatat transaksi ini dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK No. 38 (revisi 2004) “Akuntansi Restrukturisasi entitas Sepengendali”. Maka laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dan laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010 yang telah disajikan kembali.

Menurut pendapat Peter Surja, CPA dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja. Berdasarkan audit beliau dan laporan auditor independen lain, laporan keuangan konsolidasian disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Trikomsel Oke Tbk. Dan Entitas anak tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tangal 31 Desember 2012 dan 2011 sesuai dengan Standar Akuntansi di Indonesia.

Stuktur permodalan PT. Trikomsel Oke Tbk. tidak hanya menggunakan modal sendiri tetapi juga menggunakan modal pinjaman dalam struktur modalnya (Complex Capital Structure). Sejak Januari 2014, peringkat PT. Trikomsel Oke Tbk. menurun dari A menjadi A- dengan outlook stabil. Penurunan peringkat tersebut menunjukkan kekuatan posisi pasar di sector ritel dan distribusi produk telekomunikasi PT. Trikomsel Oke Tbk. mengalami penurunan. PT. Trikomsel Oke Tbk. juga menghadapi struktur permodalan yang agresif dan ketatnya persaingan dalam industry telekomunikasi.