Jumat, 25 November 2011

Review Jurnal

EKONOMI KOPERASI

 

 Nama Kelompok : 1. Astri Rhianti Poetri    (21210198)

                              2. Efa Wahyuni              (22210258)

                              3. Fika Fitrianti               (22210770)

                              4. Nova Farhan Septiani (25210041)


Abstrak

Koperasi merupakan suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang  berasaskan kekeluargaan dengan maksud mensejahterakan anggota.

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Koperasi merupakan usaha bersama dari sekolompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Koperasi di Indonesia saat ini telah berkembang dengan pesat karena para anggota-anggotanya yang terdiri dari masyarakat umum telah mengetahui manfaat dari pendirian koperasi tersebut, yang dapat membantu perekonomian dan mengembangkan kreatifitas masing-masing anggota.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
a. Apa pengertian dari koperasi
b. Apa pengertian dari badan usaha koperasi
c. Apa saja yang menjadi ciri-ciri koperasi dan badan usaha koperasi
d. Bagaimana cara membedakan koperasi dengan gotong royong

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah :
a. Untuk membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya dilihat dari segi ciri-ciri
b. Sebagai tugas mata kuliah pengantar koperasi di semester satu.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Koperasi dan Badan Usaha Koperasi
2.2 Ciri-Ciri Koperasi dan Badan Usaha Koperasi

Kesimpulan

Ciri-ciri yang menonjol dalam koperasi adalah Berasas kekeluargaan, Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga Negara Republik Indonesia dan Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi



Sumber : http://www.unjabisnis.net/2010/04/ekonomi-koperasi.html

Review Jurnal

PELAYANAN DAN MANFAAT KOPERASI,
SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PARTISIPASI ANGGOTA

Nama Kelompok :  1. Astri Rhianti Poetri           (21210198)
                              2. Efa Wahyuni                    (22210258)
                              3. Fika Fitrianti                    (22210770)
                              4. Nova Farhan Septiani      (25210041)

Abstrak      

Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan dan manfaat Koperasi berpengaruh positif terhadap partisipasi anggota pada Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Tasikmalaya. Berarti semakin tinggi kualitas pelayanan dan manfaat yang diberikan oleh Koperasi, maka partisipasi angota juga akan semakin meningkat.


Pendahuluan


1. Latar Belakang Masalah
Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dengan melandaskan kegiataannya pada prinsip-prinsip Koperasi. Sebagai gerakan, Koperasi
menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama antar anggotanya yang sangat diperlukan untuk
mewujudkan tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya dan kemakmuran
masyarakat

2. Perumusan Masalah
Masalah yang diteliti dirumuskan dalam satu rumusan masalah, yaitu : “Seberapa besar kualitas pelayanan
dan manfaat Koperasi secara simultan berpengaruh ter-hadap tingkat partisipasi anggota pada KOPTI
Tasikmalaya ?”


3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Sebagaimana yang telah diuraikan dalam perumusan masalah, pada dasarnya tujuannya adalah untuk
mengetahui seberapa besar kualitas pelayanan dan manfaat Koperasi berpengaruh terhadap tingkat partisipasi
anggota pada KOPTI Tasikmalaya.
Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kualitas pelayanan dan
manfaat Koperasi yang diberikan oleh KOPTI Tasikmalaya dan pengaruhnya terhadap tingkat partisipasi
anggotanya, dan secara teoritis dapat dijadikan sumbangan bagi perkembangan Ilmu Ekonomi khususnya dalam bidang perkoperasian.

Kesimpulan 
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa kualitas pelayanan dan manfaat Koperasi berpengaruh positif
terhadap partisipasi anggota pada Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Tasikmalaya. Berarti
semakin tinggi kualitas pelayanan dan manfaat yang diberikan oleh Koperasi, maka partisipasi angota juga akan semakin meningkat.

Minggu, 20 November 2011

review jurnal

JURNAL EKONOMI KOPERASI (PERKEMBANGAN EKONOMI DI INDONESIA)

Abstrak

Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan koperasi.

1.2Rumusan Masalah
Koperasi yang didirikan pertama kali yaitu koperasi perkreditan yang bertujuan untuk membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Dengan adanya koperasi diharapkan akan dapat meringankan beban rakyat terhadap hutang yang lebih menyengsarakan rakyat akibat bunga yang terlalu tinggi.

BAB 2
PEMBAHASAN
 
2.1  Keadaan Perekonomian Indonesia Pada Masa Ekonomi Liberal
2.2  Timbulnya Cita -Cita Pembentukan Koperasi di   Indonesia
2.3  Terwujudnya Pendirian Koperasi
2.4  Campur Tangan Belanda Dalam Perkembangan Koperasi Indonesia
2.5  Koperasi Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang

Sumber : http://d3d3v1a.wordpress.com/2010/10/14/jurnal-ekonomi-koperasi-perkembangan-ekonomi-di-indonesia/

review jurnal

MEMBANGUN KOPERASI BERBASIS ANGGOTA DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI RAKYAT

 

Kelompok :   1. Astri Rhianti Poetri      (21210198)
                         2. Efa Wahyuni               (22210258)
                         3. Fika Fitrianti                (22210770)
                         4. Nova Farhan Septiani  (25210041)


ABSTRAK
                Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia kegiatan koperasi mikar karena bengalami guncangan yang sangat hebat, karena pada saat itu keuangan Negara mengalami inflasi sebagai akibatnya banyak organisasi serta bidang usaha yang harus mengalami gulung tikar karena banyak mengalami kerugian. Karena masih sangat di butuhkan koperasi dari berbagai bidang usaha mulai muncul kembali dan melakukan beberapa variasi untuk mengembangkan usahanya antara lain koperasi akan melakukan kontrak usaha dengan lembaga usaha lain. Kondisi ini berhubungan erat dengan aspek hukum koperasi yang tidak berkembang sepesat badan usaha perorangan. Disamping itu karakteristik koperasi tampaknya kurang terakomodasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang menyangkut badan usaha selain undang-undang tentang koperasi sendiri. Atau pun mengembangan jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi.  Hal ini juga sebenarnya telah menjadi kebutuhan diantara banyak koperasi, karena banyak peluang usaha yang tidak dapat dipenuhi oleh koperasi secara individual.   Jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi, bukan hanya keterkaitan organisasi, potensial untuk dikembangkan antar koperasi primer serta antara primer dan sekunder.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Pada awalnya koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat.  Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan, atau kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Kemudian koperasi juga telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain serta menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya.  Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit,

1.2. PERUMUSAN MASALAH
pengembangan koperasi pada masa Orde Baru yang bias pada dominasi peran pemerintah, serta kondisi krisis ekonomi yang melanda Indonesia, timbul pertanyaan bagaimana sebenarnya peran koperasi dalam masyarakat Indonesia, bagaimana prospeknya dan bagaimana strategi pengembangan yang harus dilakukan pada masa yang akan datang. Melihat sifat dan kondisi krisis ekonomi saat ini serta berbagai pemikiran mengenai usaha untuk dapat keluar dari krisis tersebut.

1.3. TUJUAN
Melihat sifat dan kondisi krisis ekonomi saat ini, maka di butuhkan jalan keluar dari kondisi tersebut. Untuk itu makalah ini di buat dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Mengetahui seberapa besar peran koperasi dalam masyarakat Indonesia
  2. prospeknya dan strategi pengembangan yang dilakukan pada masa yang akan datang.
  3. pemikiran mengenai usaha untuk dapat keluar dari krisis tersebut
  4.  
1.4. METODE PENELITIAN
1.4.1. Lokasi
1.4.2. Metode Studi
1.4.3. Pengolahan Analisis Data

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Kondisi Koperasi (Perbandingan KUD dan Koperasi Kredit/KOPDIT)
2.2 Faktor Findamental Eksistensi dan Peran Koperasi
2.3 Mengembangkan Koperasi di Indonesia: Mulai dari Apa yang sudah      ada. 

Senin, 07 November 2011

KOPERASI AT-TA'AAWUN

KOPERASI AT-TA'AAWUN




Kelompok : 1. Astri Rhianti Poetri      (21210198)
                      2. Efa Wahyuni                  (22210258)
                      3. Fika Fitrianti                 (22210770)
                      4. Nova Farhan Septiani   (25210041)

Pada tanggal 31 Oktober 2011 kami mengunjungi salah satu koperasi yang bertempat di Jl. Raya Bogor KM.24, Kel. Cijantung, Kec. Pasar Rebo, Kotamadya Jakara Timur. Koperasi ini tepatnya berada dalam lingkungan Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman. Nama dari koperasi ini adalah KOPERASI AT-TA'AAWUN . Dari hasil kunjungan kami,maka dibuatlah laporan ini atas dasar data-data lengkap dari koperasi at-taawun.

Sejarah Pendirian Koperasi

Sesuai surat permintaan pengesahan Akta Pendirian dari Notaris JULIUS PURNAWAN,SH,MSi dengan nomor: 080/JPN-KOP/II/2005, pada tanggal 21 Februari 2005 Koperasi Guru dan Karyawan DISAHKAN secara LEGAL melalui Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.
Pengesahan Akta Pendirian KOPERASI GURU DAN KARYAWAN AT-TA’AAWUN beralamat di Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman Jakarta, Jl. Raya Bogor KM.24, Kel. Cijantung, Kec. Pasar Rebo, Kotamadya Jakara Timur. Pendirian Koperasi Guru dan Karyawan AT-TA’AAWUN sendiri sejak Tanggal 18 Januari 2005 Pada Jam.14.00 WIB dengan dihadiri oleh  Notaris JULIUS PURNAWAN SH.MSi, dan beberapa saksi yaitu Drs. AGUS UKMANA, Ir. BUDIYONO, Tn. IRIANSYAH, Tn. SUSILO, Drs. Sugiharto.
 KEPENGURUSAN
            Pembina
            Ketua                          : H.KRMH.SOERJO WIRJOHADIPOETRO
                                                : H.CHALID KARIM LEO, SH, M.Sc, M.Pd, MM
                                                  Dr. Hj. ENDANG TITIEK S, MARS
                                                  Hj. SURATMI, S.Pd
            Pengarah
            Ketua                          : Drs. H. Agus Rukmana, M. Pd
                                                : H. Suhardi, S. Pd.I
                                                  Prof. DR. Muhtosim Arief, SE, MM, CPM
                                                  Dr. H. Sugiharto H. MM
                                                  Drs. H.M. Haryono H. MM
                                                  Drs. Supardi, MM
                                                  Ir. H. Budiono
                                                  Hj. Supinah, S. Pd
                                                  H. Suhardi, S. Ag
                                                  Drs. H. Syamsudin Hasibuan, MM
                                                  H. Surahmanto Qomar, S. Pd
                                                  Dra. Hj. Ikah Atikah, MM
                                                  Ir. H. Kusnaedi, MM
            Drs. H. Ade Heryadi
            Pengurus
            Ketua                          : Iriansyah, S.Pd
            Wakil Ketua                : Agus Sumirat, SH, S.Pd
            Sekretaris                    : Kukuh Santoso, SE
            Bendahara                   : Aryantie, A.Md
            Staf Bendahara           : Tukimin, SE
            Unit Usaha Sekolah   : Ependi, SE, MM
            Administrasi Umum  : Ismail Batalion
            Pengawas
            Ketua                          : Drs. Budi Santoso, SE, MM.Ak
            Anggota                      : Drs. H.M. Hazairin SL, MM
                                                  H.M. Nasir, S.Pd
KEANGGOTAAN
            Koperasi guru dan karyawan Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman “ At-ta’aawun yang beranggotakan guru, karyawan dan dosen di lingkungan Yasma PB.Soedirman telah terdaftar menjadi anggota koperasi dengan jumlah per 31 Desember 2010 sejumlah 570.
Landasan Asas KOPERASI GURU DAN KARYAWAN AT-TA’AAWUN ini adalah:
Koperasi berasaskan Islam dan Kekeluargaan serta berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

Prinsip-prinsip Koperasi GURU DAN KARYAWAN AT-TA’AAWUN    
  •  Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 
  •  Pengelolaan secara demokratis. 
  • Pembagan Sisa Hasil Usaha “SHU” dilakukan secara adil dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. 
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  • Kemandirian.
  • Melaksanakan pendidikan perkoperasian bagi anggota.
  • Kerjasama antar koperasi.
Tujuan didirikan Koperasi adalah:
  1. 1.      Meningkatkan kesejaheraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
  1. 2.   Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekonomian Nasional.

Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud diatas maka koperasi menyelenggarakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan kegiatan usaha anggota sebagai berikut: 
  1. Unit simpan pinjam. 
  2. Warung serba ada (waserda) dan bisnis eceran.
  3. Perdagangangan umum 
  4. Kantin.
  5. Warung telekomunikasi (Telkom) dan warung internet (warnet).
  6. Toko buku dan alat kantor. 
  7. Rental computer dan jasa pengetikan. 
  8. Penerbitan dan percetakan. 
  9. Angkutan antar jemput siswa dan rental kendaraan. 
  10. Perparkiran. 
  11. Bimbingan belajar dan jasa konsultasi pendidikan. 
  12. Kursus-kursus keterampilan.
  13. Klinik kesehatan dan apotek. 
  14. Biro perjalanan wisata. 
  15. Biro jasa administrasi. 
  16. Biro teknik perawatan bangunan dan peralatan rumah tangga. 
  17. Jasa kurir 
  18. Pusat konsultasi bisnis dan pendampingan usaha 
  19. Pusat pengembangan profesi dan kewirausahaan. 
  20. Agrobisnis dan agroindustri. 
  21. Kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha(BUK). 
  22. Pengadaan rumah pekerja (property).
  23. Jasa penanggulangan kecelakaan siswa.

Pada tahun 2010 koperasi melanjutkan kerjasama dengan berbagai usaha seperti tahun-tahun sebelumnya. Jalinan kerjasama tersebut antara lain:
 1. Penerbit buku Erlangga
 2. Penerbit buku Grafindo
 3. Penerbit buku Widya Utama
 4. Penerbit buku Tiga Serangkai
 5. Penerbit buku Yudhistira
 6. PT. Sosro
 7. PT. Indomarco
 8. PT. JSM ( Sada Osmosa )
 9. PT. Asuransi Bumida Syariah
10. PT. Asuransi Takaful Keluarga
11. PT. Margi Wahyu ( percetakan buku )
12. CV Imam Jaya Collection ( Seragam )
13. Putri Arwana ( Batik )
14. Dewi Collection
15. Prima Cipta Collection ( seragam )
16. CV Berkah Pratama ( seragam ), dan lain-lain.

 Program kegiatan
  • Pengadaan ATK. 
  • Pengadaan kebutuhan administrasi tata usaha dan guru. 
  • Pengadaan kertas.
  •  Pengadaan buku-buku pelajaran.
  •  Pengadaan seragam
  •  Pengadaan kebutuhan kantin 
 Sasaran kegiatan
  • TK 
  • SD 
  • SMP
  • SMA
  •  SMK 
  • Sekolah-sekolah tingkat tinggi 
  • Majelis-majelis 
Penunjang kegiatan
  1. Modal yang akan diupayakan dari modal koperasi dan melalui dana keuntungan
  2. YayasanPengurus yayasan dengan mengeluarkan surat keputusan yang ditunjukan ke sekolah-sekolah dan sekolah-sekolah tinggi serta majelis-majelis dengan penegasan bahwa pengadaan di unit-unit harus melalui koperasi serta laporan pertanggungjawaban harus menggunakan identitas / kuitansi dari koperasi.
Dalam pelaksanaan kegiatan koperasi yang telah terlaksanakan disampaikan bahwa, keberhasilan koperasi “At-ta’aawun”  dalam melaksanakan program yang telah ditentukan seperti yang diamanatkan oleh para anggota tidak terlepas dari adanya kerjasama yang baik antar pengurus dan anggota,semangat dan dedikasi yang tinggi dari seluruh pengelola dan peran serta seluruh anggota.keberhasilan itu juga tidak terlepas dari perhatian dan bimbingan serta dukungan dari pemimpin Yayasan Masjjid Panglima Besar Soedirman selama ini.

Hasil kegiatan dari unit usaha yang dijalankan antara lain :
a.       Unit usaha pinjaman reguler tetap pada posisi utama dengan asset kredit sebesar Rp. 195.500.000,-
b.      Unit usaha pinjaman perbankan, pada tahun 2010 koperasi telah menyalurkan kredit sebesar Rp. 57.200.000,-
c.       Unit usaha pinjaman barang yang dilaksanakan berupa barang-barang konsumsi,elektronik, dan kendaraan.
d.      Unit usaha penyediaan buku dan seragam dilaksanakan bekerjasama dengan penerbit dan garmen.
e.       Unit usaha penjualan toko, telah melakukan penjualan keutuhan kantin,anggota dan lembaga seperti : minuman produk sosro,mie,air galon,gas,beras, dan ATK. 

Rekap Pinjaman
Jenis pinjamannya meliputi pinjaman bank dan pinjaman regular. Dimana, pinjaman bank terdiri dari BNI, BMI dan BSM.
1 Rekap Penjualan Non Toko
Barang-barang yang dijual Motor yang sumber dananya berasal dari Bank, kemudian HP yang sumber dananya berasal dari KOP At dan Kacamata yang sumber dananya berasal dari KOP At.
2 Rekap Penjualan Toko
Barang-barang yang dijual di toko meliputi Air gallon, Beras, Sosro, Mie, Gula, Gas Elpiji, Seragam dan Buku/ATK.
Koperasi At-ta'aawun memiliki kebijaka
n akntansi yang digunakan dalam melaksanakn kegiatan koperasi adalah :      1. Piutang pinjaman anggota dana bank 
      Jumlah yang dicatat adalah sejumlah angsuran yang akan diterima koperasi dari anggota yang terdiri dari pokok pinjaman ditambah margin jasa anggota yang diperhitungkan.
                                                     
2. Hutang Bank
     Jumlah yang dicatat adalah sejumlah angsuran yang harus dibayar oleh koperasi kepada bank yang terdiri dari pokok hutang ditambah margin yang harus dibayar ke bank.

3.  3. Piutang penjualan angsuran baik untuk anggota maupun non anggota
     Jumlah yang dicatat adalah sesuai nilai yang telah disepakati pada saat transaksi penjualan yang dilakukan yaitu  nilai harga pokok atas barang yang dijual ditambah dengan tambahan yang telah ditentukan dalam penjualan angsuran 
  •          Untuk 1 tahun = Harga pokok barang    x 12 bulan
  10
                  Pembayarannya diangsur selama 12 x   angsuran

4.  4. Piutang pinjaman anggota reguler
     Jumlah yang dicatat adalah sejumlah pokok atas pinjaman anggota yang tidak termasuk margin yang harus dibayar anggota yang besarnya 1 % dari pinjaman awal. Karena bila anggota membayar sisa hutang sewaktu-waktu dan selanjutnya tidak dikenakan jasanya dan dianggap selesai pinjamannya (piutangnya)

5. 5. Persediaan
   Pencatatan persediaan toko digunakan metode Fifo dengan sistem periodik.

Pada  tahun 2010, Sisa Hasil Usaha Koperasi At-ta’aawun senilai Rp.178.753.327,- .
Selanjutnya dalam pembagian Sisa Hasil Usaha itu diperinci sebagai berikut:
  1. Cadangan.
  2. Untuk anggota menurut perbandingan jasa.
  3. Untuk snggota menurut perbandingan simpanan.
  4. Untuk dana pengurus.
  5. Untuk dana pendidikan.
  6. Untuk dana pengembangan daerah kerja.
  7. Untuk dan sosial.
Kegiatan tahun buku 2010 antara lain:
  1. Meneruskan Program tahun buku 2009
  2. Berdasarkan rapat pengawas dan pengurus disepakati pinjaman regular maksimal Rp 5.000.000 dengan lama cicilan 10x, intuk pinjaman diatas Rp 5.000.000 dimasukkan pinjaman bank.
  3. Pembinaan anggota melalui pendidikan perkoperasian.
  4. pembentukkan team khusus untuk penyempurnaan AD/ART koperasi At-ta’aawun.

KEGIATAN BIDANG SOSIAL
  • Kegiatan sosial yang merupakan kewajiban koperasi
  • Pemberian santunan bagi anggota koperasi yang mendapat musibah.
  • Ikut berpartisipasi menyumbang khitanan missal yang diselenggarakan Yayasan Masjid PB.Soedirman.
Demikian laporan ini kami buat dengan sebenar-benarnya sesuai dengan informasi yang diterima langsung dari Koperasi At-ta'aawun. Semoga laporan ini  dapat bermanfaat,dan tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada para Pengurus koperasi At-ta'aawun atas kerjasamanya.

Minggu, 06 November 2011

Review Jurnal

KOPERASI INDONESIA: POTRET DAN TANTANGAN

    

      Penulis (kelompok):
  •  Astri Rhianti Poetri        (21210198) 
  • Efa Wahyuni                  (22210258)
  • Fika Fitrianti                   (22210770)
  • Nova Farhan Septiani    (25210041)

ABSTRAK
Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.

PENDAHULUAN 
I.   Latar belakang

Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya. 


1.    1.   Potret Koperasi Indonesia
Sampai dengan bulan November 2001, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan jumlah keanggota ada sebanyak 26.000.000 orang. 

2. Kemanfaatan Koperasi
Secara teoritis  sumber kekuatan koperasi  sebagai badan usaha  dalam konteks kehidupan perekonomian , dapat dilihat dari kemampuan untuk menciptakan kekuatan monopoli dengan derajat monopoli tertentu . 

3. Posisi koperasi dalam perdagangan bebas
Esensi perdagangan bebas  yang sedang diciptakan oleh ba­nyak negara  yang ingin lebih maju ekonominya adalah meng­­hilangkan sebanyak mungkin hambatan perdagangan inter­nasional. Melihat arah tersebut maka untuk melihat dampak­nya terhadap perkembangan koperasi  di tanah air dengan cara mengelompokkan koperasi ke dalam ketiga kelompok atas dasar jenis koperasi.

4.  Koperasi Dalam Era Otonomi Daerah
Implementasi undang-undang otonomi  daerah, akan mem­berikan dampak positif bagi koperasi dalam hal alokasi sum­ber daya alam dan pelayanan  pembinaan lainnya. Namun kope­rasi akan semakin menghadapi masalah  yang lebih intensif de­ngan pemerintah daerah dalam bentuk penempatan lokasi  inves­tasi  dan skala kegiatan koperasi . Karena azas efisiensi  akan mendesak koperasi untuk membangun jaringan  yang luas dan mungkin melampaui batas daerah otonom.

SUMBER   :  http://www.ekonomirakyat.org/edisi_17/artikel_5.htm

Review Jurnal

MANAJEMEN KOPERASI
MENUJU KEWIRAUSAHAAN KOPERASI

Nama Kelompok  :
  1. Astri Rhianti Poetri        (21210198)
  2. Efa Wahyuni                   (22210258)
  3. Fika Fitrianti                  (22210770)
  4. Nova Farhan Septiani    (25210041)

Abstrak

Koperasi adalah Asosiasi orang orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

 I. Pendahuluan
Dalam usaha pemulihan krisis ekonomi Indonesia dewasa ini, sesungguhnya koperasi mendapatkan peluang (opportunity) untuk tampil lebih eksis. Krisis ekonomi yang diawali dengan krisis nilai tukar dan kemudian membawa krisis hutang luar negeri, telah membuka mata semua pemerhati ekonomi bahwa "fundamental ekonomi" yang semula diyakini kesahihannya, ternyata hancur lebur.

Pengertian Koperasi
Menurut Undang-undang No. 25/1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-perorangan atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Elemen yang terkandung dalam koperasi menurut International Labour Organization (Sitio dan Tamba, 2001) adalah:
a. perkumpulan orang-orang,
b. penggabungan orang-orang tersebut berdasarkan  kesukarelaan,
c. terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai,
d. koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang
diawasi dan dikendalikan secara demokratis,
e. terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan,
f. anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.

Sumber : http://www.manbisnis2.tripod.com/1_1_1.pdf