Selasa, 30 April 2013

TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

KELOMPOK:
1.      Astri Rhianti Poetri               (21210198)
2.      Efa Wahyuni                         (22210258)
3.      Nova Farhan Septiani           (25210041)
4.      Siti Amanah                           (26210579)
5.      Yuli Chatrine Castro            (28210741)


INFLASI HUBUNGANNYA DENGAN PENGANGGURAN DAN KESEMPATAN KERJA


1.      LatarBelakangMasalah
Stabilitas merupakan prasyarat bagi pertumbuhan dan pemerataan sehingga laju inflasi yang terlalu tinggi harus diturunkan karena mengganggu pertumbuhan dan melaratkan rakyat kecil yang berpenghasilan rendah dantetap.

2.      DefinisiInflasi
Inflasi menunjukan kenaikan dalam tingkat harga umum. Laju inflasi adalah tingkat perubahan tingkat harga umum.

3.      Jenis Inflasi
Inflasi modeat ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat atau biasa disebut dengan inflasi satu digit pertahun.
b.      InflasiGanas
Infalsi dalam dua digit atautiga digit seperti 20, 100 atau 200 persen per tahun.
c.       Hiperinflasi
Meskipun perekonomian tampaknya dapat bertahan dari inflasi ganas, jenis inflasi ketiga dan sangat mematikan bias saja terja diyaitu apabila wabah hiperinflasi menyerang.

4.      Dampak Inflasi
·         Dampak terhadap distribusi pendapatan dan kekayaan
·         Berpengaruh langsung terhadap aktiva dan kewajiban masyarakat
·         Adanya penyesuaian suku bunga rill
·         Pengaruh terhadap tingkat output secara keseluruhan
·         Dampak secara mikro terhadap efisiensi ekonomi

5.      Sumber-sumberInflasi
a.       Inflasi Inersial
Inflasi akan bertahan pada tingkat yang sama sampai kejadian-kejadian ekonomi menyebabkannya untuk berubah.
b.      Inflasi TarikanPermintaan
Inflasi tarikan permintaan timbul apabila permintaaan agregat meningkat lebih cepat dibandingkan dengan potensi produktifitas perekonomian, menarik harga keatas untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan agregrat.
c.       Inflasi Dorongan-Biaya (Cost-Push Inflation)
Bentuk awal inflasi tarikan-permintaan dipahami oleh ekonom-ekonom klasik dan digunakan oleh mereka untuk menjelaskan pergerakan harga secara historis.
d.      EkspektasiInflasiInersial
Ekspektasi (harapan) inflasi yang tinggi atau rendah cenderung akan dengan sendirinya memenuhi ramalan-ramalan perekonomian tersebut.

6.      Faktor-FaktorPenyebabInflasi
a.       PenawaranUang (JumlahUangBeredar)
b.      PendapatanNasional
c.       NilaiTukar Rupiah

7.      PengertianPengangguran
Pengangguran adalah kesempatan yang timpang yang terjadi antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sehingga sebagian angkatan kerja tidak dapat melakukan kegiatan kerja.

8.      Jenis-JenisPengangguran
a.       Pengangguran Konjungtur
b.      Pengangguran Struktural
c.       Pengangguran Normal

9.      Akibat Buruk Pengangguran
a.       Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak memaksimumkan tingkat kemakmuran
b.      Pengangguran menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang
c.       Penganguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi

10.  Jeni sPengangguran Pada Negara Berkembang
a.       Pengangguran Tersembunyi
b.      Pengangguran Musiman
c.       Setengah Menganggur
d.      Pengangguran Sukarela dan Tak Sukarela

11.  Hubungan Inflasi dengan Pengangguran dan Kesempatan Kerja di Indonesia
Tingkat pengangguran yang rendah akan menimbulkan masalah inflasi. Sebaliknya bila tingkat pengangguran tinggi tingkat harga-harga relative stabil. Tetapi hal ini tidak selalu terjadi. Pada tahun 2005 tingkat inflasi di Indonesia meningkat menjadi 17,11% sedangkan tingkat pengangguran juga meningkat menjadi 10,26%. Keadaan ini bertentangan dengan teori yang berlaku disebabkan ada beberapa factor yang mempengaruhi pengangguran. Salah satunya adalah adanya pengurangan subsidi BBM padatahun 2005 sehingga menimbukan kenaikan harga dan melemahkan daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang rendah berakibat pada lemahnya investasi pula, dan akhirnya berdampak pada menambah nya pengangguran karena tidak adanya kesempatan kerja.